Selasa, 20 Januari 2015

BELAJAR RC DRIFT HOBBIES : Panduan Detail Seputar RC DRIFTING , Settingan , Tips dan Kupas Tuntas About Drift Hobbies ( Daily Update )

Halo sobat blogger dan para pemutar remot sejati , balik lagi nih saya disini akan sedikit berbagi informasi dan pengalaman tentang hobi RC Drifting. yuk mulai !

BUAT BROTHER yang belum mengerti apa itu RC sebaiknya pahami dulu ulasan saya sebelumnya tentang DASAR DASAR RC HOBBIES : !! CLICK HERE / KLIK DISINI !!

CARA NGEDRIFT sesuai Jalur alias bukan sekedar ngesot !!

Ilustrasi Drift Angka 8


Ilustrasi Drift Basic Teknik


PENGERTIAN DASAR

RC DRIFT 4WD CS (Countersteer)
Adaptasi dari drift real mobil sebenarnya 1:1, saat drift ke kanan, stir/roda di belok ke arah sebaliknya(counter) ke kiri, untuk menahan putaran body supaya tidak melintir atau spin out. RC yang di upgrade ke CS itu karena dituntut untuk melahap trek yang dibuat serealistis mungkin dan mengikuti gaya drifting mobil sungguhan. ( skill banget buat drifting ) disebut countersteer karena roda belakang lebih kencang perputarannya daripada roda depan maka dari itu bokong mobil akan lebih liar untuk dikendalikan. semakin besar CS semakin susah untuk dikendalikan jadi udah gabisa lurus. kepiting bro...miring.

BERIKUT  VIDEO PERBEDAAN GAYA DRIFTING ANTARA CS dan 50/50

RC 50:50 / DRIFT 50:50 4WD STANDARD
RC jenis ini biasanya digunakan untuk touring atau rally kenapa disebut 50/50 karena perputaran roda depan dan belakang masih sama rasionya maka dari itu mobil akan lebih stabil untuk melaju lurus dan masih menggunakan sistem open diffrential. adapun drift yang masih menggunakan teknik 50/50 sejenis RC Standard pabrikan seperti HSP Flying fish masih mengandalkan drift 50/50 yang pada umumnya saat drift kita masih memainkan steering kiri/kanan untuk menyeimbangkan bukan menahan steering seperti mobil drift pada umumnya

RC DRIFT RWD ( Rear Wheel Drive )
RC RWD Bagi Yamada Rc Drifter Senior Jepang
Adaptasi dari drift real mobil sebenarnya 1:1 tidak jauh beda dengan teknik Drift CS .drift RWD menggunakan sistem penggerak roda belakang sebagai penggerak untuk drift nya RC RWD termasuk RC yang berpenggerak 2WD yaitu 2 roda saja yang berputar. RC RWD biasanya untuk lebih menstabilkan manuver drifting nya mengguanakan sebuah GYRO sebagai penyeimbangnya Adapun yang tidak mengguankan tapi akan lebih susah mengkontrol saat bermanuver dan kebanyakan RC RWD mengguanakan GYRO. Rc RWD dari segi elektrik dan lainnya tidak jauh dengan RC EP 4WD lainnya hanya saja kebanyakan kitnya dimodifikasi sehingga steering bisa berbelok patah secara full dan angle steering lebih patah sehingga dapat Countersteer angle yang lebih liar dan indah.  

++ Memahami Dasar Settingan RC Drift ++


RC DRIFT Setup Setting RC Drift susah-susah gampang. Susah di awal, gampang di akhir (setelah paham apa yang harus di rubah). Banyak konsep setting yang beredar karena RC Drift tidak memiliki acuan dalam menciptakan mobil RC Drift yang ideal, karena tiap drifter pasti memiliki style yang unik dalam drifting

Apa itu grip? grip adalah gaya cengkraman suatu benda ke permukaan contohnya grip pada ban semakin ban ngegrip maka ban akan lebih menempel atau mengigit permukaan sehingga kecepatan mobil akan lebih bertambah. jika kekurangan grip maka ban mobil akan lebih kehilangan daya cengkram terhadap permukaan sehingga akan lebih licin.


TOE :
  adalah setting mekanis pada suspensi (termasuk lower arm, upper arm, pivot, dan roda) kendaraan dimana mengatur arah ban. 
TOE IN : Dimana arah ban masuk kedalam body
TOE OUT : Dimana arah ban keluar body



CAMBER : CAMBER adalah setting mekanis pada suspensi (sama diatas) yang mengatur kemiringan ban.
CAMBER NEGATIVE : posisi roda miring bagian atas roda kearah masuk kedalam body //--
CAMBER POSITIF : posisi roda miring bagian atas roda kearah luar keluar body \\--






Front One Way (FOW)
Bearing 1 arah yg dipasang di differential depan (FOW) . Fungsinya mengunci roda/differential ke 1 arah. Menciptakan efek handbrake ( rem tangan ) (waktu throttle posisi brake/reverse , roda belakang mengunci, roda depan berputar bebas). Membantu banget buat sirkuit teknikal.


OFFSET ( Wheel Offset )
Offset / ET adalah ukuran yang mewakili nilai ketebalan pantat velg yang langsung menempel kepada tromol pada roda mobil.
Diatas adalah gambar penampang melintang dari sebuah velg 
Nilai offset yang semakin besar / + / Positive akan membuat pantat velg semakin kedepan (Contoh gambar kanan Positive Offset)
Sebaliknya nilai offset yang semakin kecil / - / Negative akan membuat pantat velg semakin ke belakang (Contoh gambar kiri Negative Offset)
semakin besar offset / ET maka bila dipasangkan ke mobil posisinya akan semakin kedalam fender, karena pantat velg semakin tipis. Singkatnya semakin besar nilai offset di Velg RC maka akan semakin CELONG Velg tersebut.

Berikut Ini Yang Perlu Dipahami :
Smoothness kehalusan saat drift dari tikungan ke tikungan, drift ga putus2/patah2 kadang lurus kadang ngesot, dr tikungan ke tikungan mesti drift berkesinambungan
Countersteer adaptasi drift real 1:1, saat drift ke kanan, stir/roda di belok ke arah sebaliknya(counter) k kiri, untuk menahan putaran body spy ga melintir.
Visibel, efek countersteer yg jelas2 terlihat mata kita/org yg melihat, jadi ya bner2 keliatan counternya ga tanggung2 , stir jg sebaikny ga di belokin/goyang2 kiri kanan saat drift. besarnya counter sesuai kebutuhan tapi walau sedikitpun harus tetap kelihatan
lock to lock drift yg berkesinambungan,dgn posisi counter yg selalu konsisten, maksudny saat drift kiri, steer mentok ke kanan, begitu ada drift kanan, stir langsung mentok kiri ..tar keliatannya cakep banget drift nya
Steer in sesuatu yg 'not good' klo ga mau dibilang haram. untuk drift CS,kita mau mulai start drift masuk tikungan atau putaran, kit/body berputar bukan karena dibelokin dulu tapi lebih karena dorongan putaran roda belakang yg besar sehingga body berputar masuk, n kita tinggal menahan dgn counter.mudah2an bisa paham,sorry klo kurng jelas
Sirkuit Teknikal Jenis sirkuit dengan banyak variasi corner/tikungan dengan tempo speed slow sampe medium. Ada long sweeper, manji, S-corner, hairpin, dan obstacle spot.
Long Sweeper Jenis corner yg menggabungkan straight dan corner yang memanjang atau melebar. Di corner ini umumnya diletakkan clipping zone / brushing area. Tempo speed di long sweeper biasanya antara medium-speed sampe high-speed.
Manji Teknik drifting yang mengayun di sepanjang straight atau jalan lurus. Teknik ini membutuhkan mobil yang disetting dengan baik dan skill drifter yang terasah. Gerakan drift dalam manji itu mirip sekali dengan teknik drifting di S-corner yg melibatkan transisi atau switchback dari kiri ke kanan dan sebaliknya dalam tempo yg lebih cepat. Bayangkan agan ngedrift di S-corner tapi di jalan lurus.
S-corner Jenis corner yang berbentuk huruf “S”. Merupakan corner yang paling sering dijumpai dan menguji kemampuan drifter dalam melakukan switchback yang halus dengan tempo yang tidak terlalu cepat.
Hairpin Jenis corner yang umumnya berbentuk 180* / u-turn. Hairpin merupakan tikungan dengan speed sangat rendah (slow speed) dan umumnya diletakkan clipping point untuk melihat aksi nose diving.
Obstacle spot Bukan corner, tapi semacam tantangan unik yang ada di sirkuit dan tidak selalu ada di tiap sirkuit. Contoh, persimpangan jalan, jembatan yg bisa di lewatin, underpass (kolong jembatan), uphill-downhill, dan lain2.
Straight Area disirkuit yang membentuk jalan lurus. Umumnya di pake sebagai start/finish area dan manji spot.
Clipping zone / brushing area Area penjurian (terdiri dari titik awal dan akhir) dimana drifter harus melewati area ini dengan bemper belakang mobil. Clipping zone umumnya butuh latihan banyak supaya bisa menjaga mobilnya bisa ngedrift dgn mulus dari titik awal hingga akhir.
Brushing / wall tap Teknik drifting yang mepetin bemper belakang disepanjang tembok sirkuit atau garis pembatas sirkuit. Semakin mepet atau nyentuh tembok alias wall tap(untuk wall tap, harus ada tembok atau pembatas yang setinggi bodi) tanpa merubah angle maka nilai showmanshipnya tinggi. 
Switchback / transition Gerakan atau manuver dalam drift dimana mobil mengayun dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Biasa ditemui dalam S-corner dan straight. Manuver ini membutuhkan reflek drifter yang bagus agar throttle dan steering seimbang...tujuannya ya 1...supaya switchbacknya halus dan tidak over-angle trus spin-out
Clipping point Area penjurian pada 1 titik saja dan umumnya diletakkan di apex terdalam corner. Juri akan melihat seberapa dalam drifter melakukan nose diving ato diving di apex corner. Semakin mepet sama garis terdalam sirkuit makin baik nilainya (kebalikannya brushing / wall tap).
Nose diving / diving Teknik drifting yang memasukkan bemper depan mobil semakin mepet dan semulus mungkin mengikuti apex corner. 
Apex Garis maya yang terbentuk dalam balapan untuk bisa melewatin tiap corner dgn kecepatan tinggi. Umumnya berformat OUT-IN-OUT.
Angle Sudut drifting yang dilihat dari garis tengah sirkuit. Semakin membentuk sudut 90* alias paralel dgn sirkuit, maka nilainya makin tinggi...dan tentunya makin KEREN. Angle semakin tinggi menuntut bukaan steering makin besar dan speed yg dihasilkan lebih rendah dibanding angle kecil.
Showmanship Unsur entertainmen ato hiburan yang disuguhkan drifter kepada juri, penonton, maupun drifter lainnya. Semakin unik dan dirasa susah untuk di ikuti oleh drifter lain, maka nilainya makin tinggi. Contoh: jumping gila ala Hibino Tetsuya ato Daigo Saito di Ebisu, perfect drift (rear entry) Kawabata di Okayama maupun Fuji Speedway, replikasi angle, dll.
Over-angle / Over-shoot Manuver drift dimana angle drift yang dihasilkan melebihi 90*. Jika dapat mengendalikan over-angle maka dapat menjadi “perfect drift” ala Kawabata (tentu saja menghasilkan nilai showmanship tinggi), jika gagal, maka menghasilkan spin-out dan mendapat pengurangan nilai.
Spin-out Efek negatif over-angle yang membuat mobil terlihat berputar balik atau berputar2. 
Replikasi / mirroring Umum ditemui di video2 drift mobil beneran dimana chaser mengikuti ato menjiplak setiap angle dari leader dalam waktu yang bersamaan. Jika berhasil dilakukan, chaser memperoleh advantage dari leader dan meningkatkan nilai showmanship.
Leader Posisi mobil dalam tandem battle dimana drifter berada di baris depan. Leader harus bisa ninggalin chaser atau menciptakan angle yang sukar di ikuti oleh chaser. Selain itu, Leader harus ngedrift ngikutin drift line.
Chaser Posisi mobil dalam tandem battle dimana drifter berada di baris belakang. Chaser harus bisa menempel leader atau mengikuti anglenya leader. Selain itu, chaser harus ngedrift ngikutin leader. Untuk menambah nilai, chaser harus melakukan attack terhadap leader.
Tandem Battle / Tsuiso Stage kedua dalam tiap event drift dimana dilakukan battle 1 lawan 1 sesuai bracket battle yang terbentuk setelah solo drift. Format yang umum adalah Best 16, Best 8, Semi Final, dan Final.
Solo Drift / Tansou Stage pertama dalam tiap event drift dimana tiap peserta harus melakukan single run untuk dinilai dan menentukan posisi drifter tersebut dalam bracket battle. Solo Drift bisa jg disebut Kualifikasi. Format yang umum adalah warm-up lap dan 2 counted lap (dihitung).
Attack Manuver chaser dalam tandem battle, dimana chaser menempel pintu samping mobil leader (format yang plg umum) dengan angle yang hampir sama ato sama dengan leader. Attack dinilai sempurna bila bemper mobil chaser sejajar dengan pintu mobil leader. Bila bemper mobil chaser lebih dari bemper mobil leader, maka chaser dinyatakan overtaking dan mendapat pengurangan nilai.
Overtake / Overtaking Manuver chaser menyalip mobil leader. Overtaking sangat tidak diperbolehkan dalam tandem battle, kecuali leader mengalami spin-out / crash / out of line.
Crash Nabrak ato nyangkut...kedua2nya berakibat fatal.
Out of line Drifter baik dgn sengaja ato ngga sengaja ngga bisa ngedrift di drift line yang udah ditentukan oleh juri atau keluar dari garis pembatas sirkuit.
Drift line / Race line Jalur yang sudah ditetapkan oleh juri berdasarkan layout sirkuit dan wajib di ikuti oleh setiap drifter. Di jalur tersebut juga sudah disiapkan clipping point dan clipping zone untuk menentukan nilai tiap drifter dalam solo drift

DRIFT Setup by Vdf Lab
Bagaimana menambah grip?
 1. Ride height semakin pendek/ceper
2. Sudut shock semakin tidur/rebah
3. Spring semakin empuk
4. Oli shock semakin kental
5. Berat chassis
6. Camber mendekati nol

Bagaimana mengurangi grip?
1. Ride height semakin tinggi
2. Sudut shock semakin tegak
3. Spring semakin keras
4. Oli shock semakin encer
5. Chassis semakin ringan
6. Camber semakin ekstreme

Efek Grip lebih banyak didepan?
1. Respon steering lebih baik, namun pantat lebih ringan.
2. Manuver switchback bisa dilakukan tanpa mengurangi throttle
3. Cocok untuk sirkuit teknikal dengan lebar sirkuit kecil.
4. Butuh sedikit usaha mempertahankan steering.
5. Resiko spin-out sangat besar jika tidak mampu mengimbangi bukaan steering dan throttle6. Cocok untuk tipikal throttle halus dan di urut.

Efek Grip lebih banyak dibelakang?
1. Respon throttle lebih baik, namun bagian depan lebih under.
2. Manuver switchback harus menggunakan brake atau throttle kecil.
3. Cocok untuk sirkuit lebar dan besar berkarakter high speed.
4. Mudah untuk mempertahankan steering.
5. Mudah untuk melakukan attack jika leader lebih pelan.
6. Cocok untuk tipikal throttle kasar atau di pompa

Sekian dulu penjelasan saya sedikitnya tentang RC DRIFTING.. semoga dapat menjadi refrensi para pehobby yang masih bingung seputar RC Hobbies.. THREAD ini akan selalu di UPDATE berkala jadi tetep pantengin aja ya bro ...

Mohon maaf bila ada kata kata yang kurang berkenan dan informasi yang kurang jelas bisa tanyakan saya langsung untung kembali mengupdatenya. sekian dari saya SALAM PUTAR REMOT

Best Regard,
Yogie Ramadhan Team Founder BROWN ( Bogor RC Owners )

source : pengalaman pribadi dan refrensi dari sumber sumber terpercaya di internet yang saya tulis ulang kembali.


Comments
0 Comments

0 komentar: