Kamis, 25 Oktober 2012

Cerita Idul Adha - Qurban Untuk Emak

 QURBAN UNTUK EMAK ( Renungan Idul Adha) |
 

Seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silakan bu…”,
lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya, “kalau yang itu berapa Pak?”
“Yang itu 70...
0 ribu bu,” jawab saya.
“Harga pasnya berapa?”,
Tanya kembali si Ibu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah.
“Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya.
Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.
Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai ke rumahnya, begitu tiba di rumahnya,
“Astaghfirullah…, Allahu Akbar…,
terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.
Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut.
Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,.
Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.
Di atas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak, bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yang sedang rebahan sampai akhirnya terbangun.
“Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak…”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban.”
“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya…”, kata ibu itu.
Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa, “Ya Allah…, ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa.”
“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu,
“sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar”, kata saya. Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya. Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yang menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.

Semoga Bermanfaat... Silakan saudara-saudariku yang baik, yang mau BAGIKAN dengan senang hati. Semoga bermanfaat. Semoga pula Allah Ta'ala berikan pahala kepada yang membaca, yang menulis, yang menyebarkan, yang mengajarkan dan yang mengamalkan… Aamiin, Aamiin, Aamiin ya Allah ya Rabbal 'alamin …

Selasa, 23 Oktober 2012

Gambaran Pengorbanan Ibu (It's About Mother)


Jangan Katakan Letih Pada Ibu (Gambaran Pengorbanan Ibu)





JANGAN PERNAH KITA MENGATAKAN LETIH PADA IBU.??

kita belum pernah merasakan seletih apa yang ibu rasakan untuk kita
lihatlah, wajah dulu yang lembut sekarang sudah keriput ditelan usia.


tubuh yang dulu tegap sekarang sudah bungkuk karena memikul beban.kita memang sering lupa dan tidak pernah mau tahu betapa IBU SANGAT MENCINTAI KITA.


kembali kepada kita,apa yang telah kita perbuat untuk ibu..??


dalam hal apa kita tlah berdosa pada ibu..??
dan apa yang belum kita sempurnakan untuk ibu..??
semoga kita tidak pernah lupa, bahwa ibu adalah sesosok perempuan yang kuat...
ibu, ibu dan ibu.......

Minggu, 21 Oktober 2012

Menguak Arti Dari Gangnam Style

Menguak Arti dari Gangnam Style yang Sebenarnya



Sudah berapa kali Anda berjoget ala Gangnam Style hari ini? Jangan malu mengakuinya. Sebab 'tarian naik kuda' yang dipopulerkan Psy asal Korea ini memang seperti virus yang mewabah ke seluruh dunia. Videonya di YouTube bahkan menjadi tontonan paling laris dan dicari orang-orang.

Di balik demam Gangnam Style, salah seorang penulis blog My Dar Korea,...
Jea Kim, membeberkan apa arti yang sebenarnya dari video klip milik Psy. Namun sebelum menyimak ulasannya, Anda sebaiknya mengenal Gangnam District terlebih dahulu.

Dilansir dari Visitkorea, Gangnam sebenarnya adalah salah satu dari 25 distrik di Seoul, Korea Selatan. Distrik ini termasuk daerah paling kaya di Seoul dan terletak di sebelah tenggara kota. Sementara dalam bahasa Korea, Gangnam sendiri berarti 'South Bank.'

Gangnam sangat populer dengan pusat perbelanjaan dan hiburan. Aktivitas malam juga hampir tak pernah mati dan terus berlanjut sampai pagi. Bar dan klub di Gangnam kerap buka dari hingga jam empat dini hari. Beberapa restoran bahkan melayani pengunjung 24 jam penuh.

Melalui blognya, Jea Kim lantas menjelaskan bagaimana Psy bertingkah sebagai salah satu penduduk Gangnam di dalam video klipnya. Gangnam Style bisa diartikan sebagai gaya hidup mewah berlebihan yang dilakukan orang-orang Gangnam. Lingkungan di sana dipenuhi dengan penduduk yang kerap menghamburkan uang serta memakai barang bermerek dari ujung kepala hingga kaki.

"Gangnam seperti daerah timur Amerika Serikat dan Beverly Hills tanpa budaya yang sama. Atau seperti Dubai dibangun di Korea," tulis Jea Kim dalam blognya, seperti yang dikutip dari Cnbc.com.

Kemudian lirik 'Oppan Gangnam style' bisa diartikan sebagai 'Aku adalah orang Gangnam.' Di dalam video klipnya, Psy seolah menunjukkan bahwa dia tinggal dan cinta dengan gaya hidup orang Gangnam. Namun faktanya, Psy jauh dari kenyataan itu.

Contohnya bisa Anda lihat ketika Psy begitu menonjolkan segelas kopi di awal-awal video. Anda pasti berpikir, "Ada apa dengan kopi?" Rupanya di Gangnam, orang-orang di sana rela menghabiskan uangnya hanya demi kopi. Bahkan mereka lebih banyak merogoh kocek lebih dalam untuk membeli Starbucks daripada makanan.

Menurut Jea Kim, Psy berusaha menyampaikan kalau penduduk Korea sudah muak dengan para orang kaya di Gangnam yang sebenarnya tidak tahu arti dari apa yang selalu mereka lakukan.

Selain Jea Kim, ada pula Adrian Hong, konsultan Korea-Amerika yang ikut angkat bicara tentang Gangnam Style milik Psy.
"Saya berusaha mencerna maksud dari Psy. Video klipnya bercerita bahwa dia pikir dia sangat populer, namun kemudian sadar bahwa ternyata cuma duduk di toilet. Psy seolah berkata, betapa tololnya semua ini," kata Hong, seperti yang dikutip dari TheAtlantic.com.

Apapun maknanya, toh masyarakat Korea tampak bangga dan menganggap kepopuleran Psy sebagai sebuah prestasi nasional. Bagaimana menurut Anda?

Source Facebook

Download Photoshop Brush Pack